Arsip

Archive for Oktober, 2010

Bunda Sayang Kakak (Aisy) Karena Allah…

Oktober 29, 2010 Tinggalkan komentar

Bunda Sayang Kakak (Aisy) Karena Allah…

 

Tiap hari…

Tiap malam…

Tiap siang…

Di saat anak-anak telah tidur…  Rasa itu selalu datang… Rasa bersalah kepada kakak…

Kakak selalu mengalah untuk adik saat saya bingung harus memberi perhatian kepada siapa terlebih dulu…  Saat saya ingin mendahulukan kakak&membiarkan adik menunggu, kakak dengan hati yang tulus bilang sambil mendorong&brusaha melepas pelukan saya pada kakak “bunda oakoak sana” (bunda adik bayi nangis). Akhirnya saya menghampiri adiknya&si kakak bermain sendiri.. Belum lagi saat saya dalam kondisi capek,si kakak minta perhatian..Terkadang saya malah mencuekinya untuk menenangkan diri saya sendiri daripada nanti saya membentaknya karena tidak sabar (kalo yang ini ada ayahe pasti bunda e yang dimarahin hihihih…trus kakak lari meluk ayah e) …

Meski kakak baru berumur 2th,tapi kakak bisa diberi tanggungjawab menjaga adiknya yang baru berumur 2bln.. Saat saya hendak mandi, saya meminta kakak yang asyik bermain untuk menjaga adiknya..Subhanallah, kakak meninggalkan mainannya dan langsung berlari ke kamar menemani adiknya..Begitu pula saat si adik pipis,dengan susah payah kakak mengganti celana adiknya meski berantakan.. Kakak pula yang selalu mengajak saya sholat tepat waktu..Tiap mendengar adzan,kakak segera memakai mukena&mengajak saya sholat.. Setelah sholat, kakak masih menyempatkan diri berdoa untukku meski sederhana “allah bunda adik amin” (ya allah sayangi bunda&adik amin..)….(Bagian ini yang luar biasa..mungkin ini adalah naluri keimanan setiap anak kecil… Allahu Akbar…)

Dan kini,saat mereka terlelap..Dan saat melihat wajah polos kakak,saya merasa bersalah..Apakah hari ini saya sudah berbuat terbaik untuk kakak?Maafkan bunda ya nak.. Bunda sayang kakak.. Bunda sayang kakak karena Allah..

 

Diambil secara dari catatan bunda di facebook…tulisan dalam kurung dan cetak miring adalah tambahan ayah e…

* sabar ya bunda, tetep semangat… anak kan investasi…

Iklan
Kategori:Uncategorized

Cantiknya Nama Anak-anakku…

Oktober 11, 2010 Tinggalkan komentar

Beberapa waktu lalu, saya disarankan oleh istri saya untuk membaca tulisan adiknya di facebook. Pada awalnya saya segan dan agak malas untuk membaca, tetapi karena didalam tulisan tersebut menyangkut nama anak-anak saya yang cantik-cantik maka saya baca tulisan tersebut sampai selesai.
Sangat menarik, tulisan tersebut memberikan catatan (atau bahkan sekaligus kritik) bagi saya dan istri atas keputusan pemberian nama putri-putri kami. Idenya cukup cerdas dan mencoba untuk keluar dari kebiasaan yang ada. Salah satu ide dominan yang saya tangkap adalah “hendaknya kita memberikan nama yang baik, tidak hanya ikut tren ke-ingris2an atau ke-arab2an, dan yang paling penting adalah penggunaan nama INDONESIA dalam nama anak-anak kita dengan tujuan kebanggaan terhadap Indonesia dan lain sebagainya”. Selesai membaca tulisan tersebut, saya kemudian tergelitik untuk membuat tulisan ini khusus saya persembahkan buat putri-putri saya tercinta.
Saya akan sedikit memperkenalkan bidadari-bidadari kecil saya, yang pertama adalah AISYAH AQILA BILQIS memiliki makna Aisyah, layaknya ratu (Bilqis) yang cantik dan cerdas. Sedangkan yang kedua adalah KHADIJAH KAYYISA GHASSANI memiliki makna yang tidak jauh berbeda dengan kakaknya, yakni Khadijah yang cantik dan pintar.
Mengapa harus Aisyah dan Khadijah??
Pertama, saya memiliki keinginan nama anak-anak saya haruslah memiliki unsur nama-nama nabi, istri-istri nabi, putra-putri nabi, sahabat-sahabat nabi, dan orang-orang shaleh baik jaman dulu maupun jaman sekarang. Aisyah dan Khadijah merupakan 2 (dua) istri nabi yang utama dan memiliki catatan sejarah yang cukup banyak dan harum. Aisyah adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq, salah satu istri nabi yang dipinang ketika usia 6 tahun dan menikah usia 9 tahun. Hikmah yang bisa kita ambil adalah terungkapnya kehidupan pribadi nabi yang bisa diikuti oleh umatnya melalui perantara Aisyah. Allah Maha Tahu dan Bijaksana dalam memutuskan jalan kehidupan manusia. Khadijah, wanita pertama yang mengakui kenabian Muhammad, wanita tangguh yang mendukung perjuangan Muhammad, wanita luar biasa yang sanggup mengemban tugas pendampingan kepada nabi di masa-masa sulit perkembangan Islam.
Tapi ada satu hal yang unik bagi saya, sedikit lucu tapi menarik. Kenapa Aisyah duluan baru kemudian Khadijah? Alhamdulillah, saya selalu mendampingi istri di saat-saat istri melahirkan. Saya mendampingi sejak awal masuk ruang bersalin hingga anak-anak saya lahir. Merupakan pengalaman yang luar biasa ketika bisa mendampingi istri saya melahirkan. Meskipun saya tidak ikut merasakan sakit yang luar biasa tersebut, tapi kondisi tersebut membuat saya sedikit berempati terhadap setiap wanita di dunia ini. Ketika proses kelahiran Aisyah, melihat istri yang kesakitan dan berjuang anatar hidup dan mati, saya teringat wanita hebat dan luar biasa yang sanggup melahirkan 8 orang anak-anaknya dengan selamat, dan saya adalah anaknya yang terakhir. Saya teringat sosok NUR ‘AISJAH. Ya, beliau adalah ibu saya. Seketika itu pula saya merasa harus memberikan penghormatan yang teramat besar dengan memberikan nama anak pertama saya Aisyah. Nama-nama lain seperti Khadijah, Fatimah, Zainab, Shofiyah, dll akhirnya harus mengalah.
Kedua, saya menganggap bahwa pemberian nama merupakan wujud do’a dan harapan. Maka nama haruslah memiliki arti dan makna yang bagus sehingga anaknya akan sesuai dengan nama-nama tersebut. Meskipun bukanlah jaminan hal itu akan terwujud, dan bahkan tidak sedikit kasus yang justru bertolakbelakang dengan harapan orang tua (semoga tidak terjadi terhadap anak-anak saya, amien..). Nama Aqila Bilqis dan Kayyisa Ghassani memiliki makna yang tidak terlalu jauh berbeda. Keduanya sama-sama memiliki makna ‘wanita yang cantik dan pintar’. Harapan saya dan istri saya tentunya adalah agar anak-anak saya tumbuh dan berkembang menjadi wanita-wanita yang cantik dan pintar yang keshalehannya meniru Aisyah ra. dan Khadijah ra.
Ketiga, nama-nama cantik tersebut merupakan pilihan saya dan istri tentunya dengan pertimbangan tren dan perkembangan jaman. Tentunya hal itu menjadi pertimbangan kami demi rasa percaya diri mereka dan perasaan meraka yang nantinya akan tumbuh dalam lingkungan sosial tertentu. Seringkali nama menyiratkan generasi, meskipun ada tidak selalu demikian. Dan saya pikir, nama anak-anak saya cukup layak untuk dan pantas untuk jamannya. Saya percaya kepada istri saya yang lulusan psikologi tentang masalah ini.
Keempat, nama-nama cantik tersebut merupakan nama arab. Salah satu tujuannya adalah sebagai tanda dan pengenal bagi anak-anak saya, bukan tanda bahwa mereka orang arab akan tetapi tanda bahwa mereka adalah orang Islam. Benar bahwa tidak selalu arab itu Islam, akan tetapi tentunya saya mengambil nama tersebut dengan tujuan yang berorientasi pada agama. Nama-nama tersebut bukanlah untuk sok-sok kearab-araban karena seringkali kita jumpai nama orang-orang arab justru beda dan memiliki nama yang lebih khas, baik itu dari semacam marga atau ejaan yang berbeda. Misalnya, bila ada orang yang namanya Hasyim, maka orang akan berasumsi bahwa dia orang Islam dan Indonesia karena untuk ejaan arab biasanya Hasyeem, Haseem, atau ejaan sejenis lainnya.
Kelima, bagi saya, nama hendaknya merupakan kata-kata yang indah dan unik. Jika kita ingin nama yang artinya cantik, maka kita cari padanan kata dari kata cantik. Jika kita ingin menambah unsur kata cerdas atau pintar maka kita cari padanan kata yang tepat. Bisa saja padanan kata itu dari bahasa jawa, arab, inggris, sansakerta, atau bahasa lain. Contoh lebih kongkret misalnya adalah, dalam nama Dian Septiarini, didalamnya ada makna penerang/cahaya dalam bahasa jawa untuk kata Dian, September sebagai nama bulan lahir, dan Rini yang dalam bahasa jawa kawi berarti tajam, atau bisa juga mewakili unsur wanita. Sehingga bisa dimaknai sebagai wanita yang lahir di bulan september dengan harapan akan menjadi penerang atau cahaya. Jika unsur keindahan dan keunikan tidak diperhatikan maka bisa jadi nama Dian Septiarini akan menjadi ‘cahaya yang lahir di bulan september’. Tapi kan tidak mungkin ada nama seperti itu.
Duh, ternyata nama anak-anakku sungguh cantik… 
Semoga bermanfaat…
Jambangan II, November 2010

Kategori:Uncategorized