Beranda > Uncategorized > (belum ada judul)

(belum ada judul)

Hari jum’at…
Selalu seperti ini di hari jum’at. Sebetulnya bukan hanya hari jum’at tetapi hari lain juga. Tapi rasa sepi yang menyengat ini selalu muncul di hari jum’at. Entah kenapa. Saya juga bingung.
Jika mengacu pada jadwal yang normative, maka jum’at justru menjadi hari yang panjang karena harus pulang jam 16.30. Tapi jum’at selalu dan akan selalu jadi hari yang pendek, cukup sampe 10.30 menjelang sholat jum’at.
Mungkin beberapa orang sudah istirahat siang. Tidur atau leyeh-leyeh nonton tivi. Maka pantaslah jika beberapa orang itu kemudian kuat begadang dan cangkruk di warung kopi tiap harinya selepas maghrib atau isya.
Mungkin beberapa orang sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti setrika atau yang lain. Mumpung siang-siang nganggur. Maka pantaslah jika kemudian mereka punya banyak waktu dan tenaga untuk bermain-main dengan anak-anak mereka atau sekedar kuat menemani bermain.
Mungkin beberapa orang sedang ngopi dan cangkru’an. Maka pantas saja mereka menganggap diri mereka adalah “gaul”, suka bersosialisasi, dan punya banyak teman.

Kenapa saya tidak bisa???
Kadang ingin sekali pulang dan mengerjakan tugas-tugas RT untuk membantu istri sehingga ketika malam hari anak2 sudah tertidur, saya tidak lagi disibukkan dengan tugas2 RT.
Kadang ingin sekali pulang dan tidur. Agar ketika sore menjelang, saya bisa menemani anak-anak saya bermain. Menemani mereka jalan-jalan dan sebagainya.
Kadang ingin sekali cangkru’an dan ngopi agar bisa “gaul” dan punya banyak teman sehingga tidak dianggap hanya suka berhadapan dengan laptop.
Kadang ingin sekali melakukan itu semua… sungguh ingin sekali…

Tapi Alhamdulillah.. saya tidak melakukannya..
Suatu saat, saya hanya akan member penjelasan kepada istri dan anak2 saya kenapa orang2 yang saya sebutin sebelumnya bisa jalan-jalan sore dengan anak2 mereka, kenapa di malam hari mereka bisa istirahat nyaman, dan sebagainya. Dan semua hal itu tidak bisa saya lakukan. Pulang jam 16.00 dengan sisa tenaga bermain dengan anak-anak (kasian sekali mereka hanya mendapatkan sisa tenaga saya), bahkan itupun tidak sempat karena harus tertidur sebentar untuk menjaga stamina agar malam bisa menemani anak-anak dan membantu istri mengerjakan pekerjaan RT.
Alhamdulillah… saya harap anak-anak bangga dengan pilihan ini. saya harap istri saya tidak menggoda saya untuk jalan-jalan sebelum jam 16.00. Saya harap, saya memperoleh keberkahan dari apa yang saya lakukan. Saya hanya ingin berkah atas apa yang saya terima sebagai konsekuensi status yang saya sandang.
Semoga Allah meneguhkan hati ini untuk tetap seperti ini…

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Mei 28, 2011 pukul 3:48 am

    mantap Gan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: