Arsip

Archive for September, 2011

Merendahkan Hati Untuk Melihat Hinanya Diri…

September 10, 2011 Tinggalkan komentar

Subhanallah…
Alhamdulillah…tidak sengaja membuka profil seorang teman, menjelajah beberapa komen dalam wall dan foto. terus menjelajah hingga ke beberapa saudaranya, sepupu-sepupuhnya, dan paman-pamannya…

Allahuakbar…seoalh melihat cermin pejuang da’wah dalam potret keluarga itu…

saya tidak ingat tepatnya, yang jelas moment lebaran kemarin mushollah Ibrahim (mushollah keluarga Mbah Hadi ) ramai, penuh oleh anak-anak muda dan anak-anak kecil. tampak ketegasan dan kemandirian dalam gurat wajah mereka. beberapa saya mengenal wajahnya dan beberapa tidak. dan ternyata saya tau kalo mereka adalah bagian dari keluarga pejuang da’wah yang saya sebutin diatas.

saya buka salah satu profil, tertulis:”aku mencintai orang-orang sholeh,,
meskipun aku bukan bagian dari mereka.
karna suatu saat kiranya aku akan mendapatkan syafaat dari mereka..
Dan aku membenci orang-orang ahli maksiat,,
meskipun aku sama dengan mereka..”

saya buka profil yang lain:tercatat sebuah tekad untuk kulaih di al-azhar

Terima kasih Allah…
sudah mampu menggerakkan hati untuk mengagumi orang-orang yang berjuang demi agama-Mu…
sudah mampu membuat hati ini bergetar melihat wajah-wajah tegas dan gigih mereka…
sudah mampu membuat air mata berlinang membayangkan keluarga mereka…
Semoga mereka semua istiqomah dan mendapat pahal yang berlipat…
Hinanya diri ini…Astaghfirullah…

Iklan
Kategori:Uncategorized

Persembahkan Yang Terbaik Buat Pasangan Kita

September 7, 2011 Tinggalkan komentar

Beberapa waktu lalu, ada teman yang mengeluh tentang satu masalah dengan pasangannya. Panjang lebar dia cerita, yang intinya adalah dia merasa bahwa akhir-akhir ini istrinya tidaklah menarik bagi dia, terbatas pada penampilan sang istri yang acak-acakan dan sedikit tidak memperhatikan penampilan. Klasik. Saya pikir ini masalah banyak orang, saya juga akhirnya berani berpikir bahwa barangkali ini masalah saya juga. Beberapa kali saya mendengar tausyiah tentang pentingnya menjaga penampilan didepan pasangan. Karena menjaga penampilan didepan pasangan kita akan menumbuhkan rasa sayang dan cinta yang akhirnya mengantarkan rumah tangga kita menuju kebaikan.
Tetapi entah kebetulan atau tidak, sebelum itu saya membaca cerita (saya tidak paham ini kasus nyata atau tidak) yang menceritakan tentang saudara kembar yang sepakat melakukan pertukaran istri selama satu pekan dengan alasan bosan dengan penampilan istrinya masing-masing. Akan tetapi tidak sampai 24 jam, masing-masingnya tidak kuat dengan kondisi tersebut dan akhirnya menyadari bahwa istri merekalah sesungguhnya yang terbaik. Mereka menyadari bahwa selama ini mereka hanya terhipnotis melihat situasi dari sudut pandang “rumput tetangga lebih hijau”.
Saya tidak berani memberikan komentar berlebihan apalagi bersolusi-solusi ria. Saya hanya mencoba melihat permasalahan secara lebih luas. Memang sulit bagi para istri, dengan segala macam kesibukan rumah tangga, untuk selalu tampil cantik di depan suami. Apalagi misalnya, tanpa didukung dengan financial yang cukup, untuk menyewa pekerja RT , pergi ke salon atau bahkan beli baju yang anggun. Dari sudut pandang itu, maka memberikan permakluman bagi istri adalah hal yang harus dilakukan. Tentunya sang istri pun harus paham dan ada upaya, meski sedikit, untuk selalu berusaha tampil cantik di depan suami.
Sedikit empati dengan para suami, barangkali masalah teman saya ini juga yang melatarbelakangi banyaknya para suami melihat “rumput tetangga lebih hijau”, bisa jadi?? Wajar, ini bukan soal kesetiaan tetapi soal pemahaman dan pengertian terhadap ‘kepuasan mata’ pasangan, apalagi tipikal laki-laki yang sangat sensitive terhadap hal-hal yang sifatnya visual.
Saya pernah membaca tulisan yang menceritakan kesetiaan suami merawat istri yang sedang sakit selama bertahun-tahun. Bahkan ketika sang istri dan anak-nya menyuruh menikah lagi dia menolak dan memilih untuk ‘setia’, Atau ketika sang anak menawarkan merawat sang ibu, suami ini menolak dan ingin merawat sendiri istrinya yang sedang sakit. Luar biasa. Banyak yang memuji bahwa sang suami setia bahkan cerita tersebut bagi sebagian orang mungkin jadi rujukan tentang kesetiaan. Tapi bagi saya, ini bukan tentang kesetiaan semata dan tidak bisa digeneralisasi dalam tiap-tiap individu. Ada banyak variable yang bisa dilihat, misalnya, totalitas sang istri melayani suami, mendampingi suami, merawat anak-anak suami, kesabaran istri mengelolah rumah tangga, dan mungkin juga penampilan istri yang tidak pernah mengecewakan suami. Nah, akumulasi dari semua ‘pemberian’ istri itulah yang kemudian menyebabkan sang suami setia menunggu dan merawat istrinya dengan sabar.
Sebelum menutup cerita ini, saya ingin menyarankan untuk teman saya, mari kita sama-sama instrospeksi, jangan-jangan istri kita tidak sempat mempercantik penampilan karena dia tidak sempat melakukannya disebabkan karena kesibukan mengatur rumah tangga dan anak-anak. Oleh karena itu, mari kita bantu istri-istri kita untuk mengatur urusan rumah tangga sehingga dia punya sedikit waktu untuk mempercantik diri, atau memberikan sedikit tambahan uang belanja untuk ke salon, membeli baju, dan/atau perlengkapan kecantikan yang lain.
Buat para istri, tolong hargai ‘kepuasan’ suami agar dia tidak sempat melihat rumput tetangga. Jaga penampilan, percantik diri di depan suami, jadilah boneka cantik sesuai kemauan suami. Bantu suami-suami untuk tetap merasa nyaman dan tenang di rumah rumput tetangga itu ada di luar rumah.
Maka, marilah kita sama-sama melihat diri sendiri sebelum melakukan tuntutan ke masing-masing pasangan kita. Sudahkah kita pantas menuntut sesuatu sebelum kita mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi pasangan sehingga membuat pasangan kita nyaman, tenang, dan puas atas keberadaan kita.

Kategori:Uncategorized